ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING

MODUL I

ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING
Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan atau mengerjakan suatu kegiatan atau tugas dengan sebaik-baiknya agar mencapai prestasi dengan predikat terpuji.
Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu:
1. Motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation).
Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.

2. Motivasi karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation).
Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu.

3. Motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation)
Motivasi yang muncul karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya
Ciri-ciri orang yang memiliki motif berprestasi tinggi (menurut dr. David McClelland), yaitu:
1. Memiliki tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi
2. Berani mengambil mengambil dan memikul resiko
3. Memiliki tujuan yang realistik
4. Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasikan tujuan
5. Memanfaatkan umpan balik yang konkret dalam semua kegiatan yang diakukan
6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang diprogramkan

Ciri-ciri orang yang memiliki motif berprestasi rendah :
1. Kurang memiliki tanggungjawab pribadi dalam mengerjakan suatu pekerjaan atau kegiatan
2. Memiliki program kerja tetapi tidak disarkan pada rencana dan tujuan yang realistik, serta lemah dalam melaksanakannya
3. Bersikap apatis dan tidak percaya diri
4. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan
5. Tindakannya kurang terarah pada tujuan

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s